Pernikahan Mewah di China, Pengantin Wanita Pakai 100 Gelang Emas
Sebuah pernikahanmewah digelar di Chinadengan menelan biaya 210 juta yuan (US$30 juta) atau setara lebih dari Rp450 miliar.
Perhelatan ini memunculkan kehebohan di media sosial, menimbulkan rasa iri sekaligus kekaguman dari para warganet.
"Pesta Pernikahan Keluarga Ye" berlangsung di Putian, provinsi Fujian, Tiongkok tenggara pada awal bulan Februari, menurut outlet berita, toutiao.com, dilansir dari SCMP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi
|
Keluarga tersebut bahkan mengeringkan kolam ikan besar mereka setahun sebelumnya sehingga bisa digunakan sebagai lokasi untuk mendirikan panggung pernikahan akbar, menurut laporan.
Gambar yang viral di internet menunjukkan pengantin wanita mengenakan kalung yang dihiasi sekitar 100 gelang emas yang sangat berat sehingga dia sedikit membungkuk ke depan, jelas terbebani.
Penyelenggara pernikahan mengatur 50 pengantar tamu wanita, berpakaian mencolok berwarna merah, dan rombongan penari untuk menampilkan tarian kuno seperti zhi ci qing lu.
Para tamu di pesta itu disuguhi makanan termahal seperti rajungan, lobster, sup sirip hiu, sarang burung walet, dan abalon Australia. Setiap meja diberi sebotol minuman keras Tiongkok kelas atas, Kweichow Moutai, dengan tagihan 1,5 juta yuan (US$210.000).
Salah satu tamu, yang membagikan klip video pernikahan tersebut di Douyin, berkata, "Saya merasa seperti telah melakukan perjalanan melintasi waktu untuk menghadiri pernikahan keluarga bangsawan kaya di zaman kuno."
Sebuah papan di atas panggung menampilkan nama mempelai pria sebagai Ye Dingfeng dan mempelai wanita sebagai Yang Hanying.
Pengantin pria diyakini adalah putra Ye Guochun, pimpinan pengecer perhiasan emas terkemuka Tiongkok, Lao Feng Xiang.
Yang disebutkan adalah putri seorang manajer yang bekerja untuk merek tersebut di provinsi utara. Perusahaan tidak membantah spekulasi tersebut.
"Ini telah memperluas wawasan saya. Kemiskinan membatasi imajinasi saya," kata seorang pengamat online.
"Dibandingkan dengan pernikahan megah ini, novelis mana pun yang mendeskripsikan pernikahan mewah akan menganggapnya terlalu konservatif," kata yang lain.
Pernikahan di Fujian diadakan saat pihak berwenang di seluruh negeri menyerukan masyarakat untuk memboikot acara mewah.
Banyak pemerintah daerah yang menganjurkan berhemat dan mengadakan pernikahan berkelompok untuk puluhan atau bahkan ratusan pasangan.
(pua/pua)